Keterangan:
“ bicara langsung ”, ‘ bicara
dalam hati ’
Best Friend 4ever
Namaku Jesica
Nayla Anggraeni, atau biasa disebut dengan nama Nayla.Pagi ini ku mulai hari
dengan senyuman. Senyuman yang ku tunjukkan khusus untuk orang orang yang ku
sayangi. Mulai dari Ibu, Ayah, Kakak, dan juga Adikku. Pertama-tama, aku berniat untuk mengerjakan tugas harianku
yaitu, membereskan kamarku, yang terlihat bagaikan gudang atau lebih tapatnya
kapal pecah (hehe... # ya ampun) . Saat kupandagi kamarku ini, tiba-tiba ibuku
datang yang secara refleks langsung membuatku kaget akan kemunculannya. Ibuku
memandangi sejenak apa yang tadi sedang ku pandangi. “Nayla... apa yang terjadi dengan kamarmu ini
? “ begitulah yang dikatakannya setelah melihat keadaan kamarku yang amat
sangat menyeramkan. ‘Huh sudah kuduga
ibu akan mengatakan itu’ gumamku kesal akan komentarnya. “Hehehe... ini juga
mau ku bereskan bu” jawabku dengan cengiran. “Cepat selesaikan setelah itu
pergi mandi, dan kerjakan tugas harianmu beres-beres di halaman!” kata ibuku
dengan suara khasnya. Aku hanya mangut-mangut sebagai jawabannya.
Dengan malas,
aku mulai membereskannya. Mulai dari kasur, lantai dan meja belajar yang terlihat
sangat berantakkan. Ketika aku membereskan meja belajar, tidak sengaja aku
menjatuhkan sebuah foto. Ku ambil foto itu, dan ku pandangi gambar yang ada di
foto itu. Disana terdapat fotoku, dan juga kedua sahabatku, yang bernama Tanny
Putriana Dewi, dan Sekar Sisi Purnama. Mereka berdua adalah sahabatku sejak kelas
1 SMP. Aku juga punya 1 sahabat lagi. namanya, Putri Fanny Cahyani. Kami berdua
bersahabat sejak SD. Tapi sayang sekali, Putri Fanny Cahyani harus pindah
sekolah pada kelas 3 SD. Dia adalah teman sekaligus sahabat masa kecilku. Fany
harus pindah ke Amerika/USA ikut bersama orangtuanya. Karena masalah bisnis
kedua orangtuanya. Sekarang Aku melanjutkan
sekolah ke SMAN 3 Bandung bersama Tanny Putriana Dewi, dan Sekar Sisi Purnama. Kami
memilih sekolah disana karena sekolah itu merupakan seklah faforit di kota
Bandung. Dikarenakan itulah untuk masuk ke sekolah ini kami harus belajar lebih
giat supaya nilai pelajaran kami mampu mencapai kriteria disini. Sejenak kenangan-kenangan bersama mereka
terlintas di benakku. Kenangan indah yang kami lewati bersama-sama. Secara tak
sadar,mengingat semua itu, senyum tipispun terukir di bibirku. “Nay... ngapain
senyum-senyum gitu? Cepet beresin kamarnya!” dan akhirnya suara ibuku
menyadarkanku dari lamunanku barusan. “ Iya iya, ini juga kamarnya lagi
diberesin” jawabku sambil melanjutkan membereskan kamar.
Setelah
selesai membereskan kamar, aku langsung mengambil handukku dan pergi mandi.
Setelah selesai, baru aku membereskan halaman. Mulai dari menyapu lantai +
menyapu dedaunan, dan dilanjutkan dengan mengepel lantai. Kulihat jam sudah
menunjukkan pukul 05:50 aku langsung pergi ke dapur untuk mengambil menu
sarapan pagi ini yang sudah disiapkan oleh ibuku tersayang setelah itu, kami
sarapan bersama (Ayah, Ibu, Adik, Aku, dan kakak). Setelah selesai sarapan,
kulihat lagi jam yang sudah menunjukkan pukul 06:05 . Ku pasang dasi dan sabukku,
lalu ku ambil tasku. Aku bersiap untuk pergi ke sekolah. “Ayah, Ibu, Aku
berangkat sekolah. Assalamu’alaikum” aku berpamitan. Setelah itu, aku berangkat
ke sekolah.
Singkat
cerita, aku sudah sampai ke sekolah pada pukul 06:25. (±13menit perjalanan. Sisanya,
dipakai menunggu angkutan umum) . “Assalamu’alaikum...”Saat masuk kekelas,
kudapati sebagian teman-temanku sedang
sibuk mengerjakan PR Matematika yang diberikan pada pertemuan kemarin. Setelah
itu aku duduk di tempatku yang terletak paling kanan ke dua dari depan. Tanpa
kusadari, salah satu temanku yang bernama Ari sudah ada di depan mejaku, sambil
menyapaku. “Pagi...”sapanya. “Pagi juga...”jawabku
“ Hei Nay,
udah selesai ngerjain PR Matematika belom?” begitulah kalimat pertama yang ia
ucapkan. “Hn. Sudah” jawabku singkat, padat, dan jelas. Setelah mendengar
jawabanku, ia tersenyum. Aku mendapatkan aura mencurigakan dibalik senyumannya
itu ‘ duh ... sepertinya berbahaya ’batinku.
“ Hehehe... boleh liat bukunya nggak...? ”
begitulah kata yang ia ucapkan. Dan... ‘ BINGO bener saja dia senyum-senyum ada
maunya’ batinku. “Hn” jawabku membolehkan setelah mengeluarkan bukuku. Dia
langsung mengambilnya dari tanganku “Makasih” jawabnya dengan senyum yang
mengembang. ‘Huh menyebalkan’ gerutuku didalam hati. Dengan berat hati, jujur aku gak ikhlas
ngasihnya. Padahal semaleman aku mengerjakan PR itu sampai tengah malam. Dan
sekarang, dengan seenak jidatnya ia menyontek jawabanku. Kalau saja aku gak
inget sama suara tinggi cemprengnya dan cerewetnya dia yang bisa membuatku
strees, mungkin aku sudah menolak permintaannya, dan ku bentak dia karena
berani mencontek hasil kerja kerasku semalaman.
Bel pun berbunyi
pada pukul 06:40 pertanda bahwa bel masuk akan berbunyi 5 menit lagi. Aku
segera mengambil kembali bukuku, dan kutendang dia yang mencontek jawabanku,
walaupun belum selesai semuanya. (ralat: nggak sampe ditendang. Cuma di usir, plus
dibentak). Tak lama, sahabatku datang
dengan wajah yang kelelahan dan nafas yang ngos-ngossan. Ia duduk di bangku belakangku di samping Sisi yang
merupakan teman sebangkunya sambil merebahkan kepalanya di atas meja, untuk
menghilangkan rasa lelahnya. Yap mereka berdua adalah sahabatku sejak SMP.
Setelah
nafasnya normal, aku bertanya kepadanya “Hei Tanny, kenapa kamu ngos ngosan
kayak gitu? Lagian, tumben kamu datang ke sekolah hampir telat kayak gini ?”.
“Tadi aku bangunnya kesiangan. Aku langsung
buru-buru untuk siap-siap berangkat ke sekolah. Begitu sampai di sekolah, eh
tau-taunya udah ada bel pertanda 5 menit lagi bel masuk akan bunyi. Ya aku
langsung buru-buru lari biar cepet nyampe ke kelas.” Jawabnya panjang lebar sisi Cuma mangut-mangut mendengarnya. “Ooh...
gitu...” ucapku yang hanya ber Ooh ria
“ Huh... capek
banget.” Sambungnya dengan suara yang lirih.
Sekilas info:
Tanny Putriana Dewi. Biasa di panggil dengan
nama Tanny. Ia adalah gadis yang ramah, hangat, ceria, dan disiplin. Ia juga
memiliki suara yang indah. Oleh karena itu, untuk mengembangkan bekatnya di
bidang tarik suara, ia mengikuti ekskul vokal, dan paduan suara. Tapi
entahlah, kenapa kali ini dia datangnya hampir terlambat.
Bel masukpun
berbunyi pada pukul 06:45. Kami yang beragama islam(Muslim) mulai tadarus. Sedangkan
yang ber agama Non-Muslim, mulai membaca kitab mereka di ruangan khusus yang
sudah disediakan oleh sekolah. Setelah 15 menit berlalu, bel pun berbunyi lagi
pada pukul 07:00 pertanda bahwa waktu untuk kegiatan belajar dimulai.
Pintupun
terbuka dan muncullah seorang guru yang akan mengajar pelajaran Matematika
Ketua kelas : “Attention please...”
All student : ”Good morning Ma’am”
Guru : “Morning...”
Setelah itu,
kegiatan belajarpun dimulai seperti biasanya. Jam pelajaran Matematika hari ini selama 3 jam.
Yaitu jam ke 1, 2dan 3, dan ke 4 digunakan untuk pelajaran Bahasa Indonesia. Jam
pelajaranpun selesai. Dilanjutkan nanti seusai istirahat.
Ketua kelas : “Attention please ...”
All student : “See you Ma’am”
Guru : “ See you...”
Sekarang bel jam istirahat jam pertamapun
berbunyi. Siswa-siswi berhamburan keluar kelas, dikarenakan pada jam istirahat,
tidak boleh ada siswa/siswi yang masih ada di dalam kelas. Aku keluar kelas,
dan pergi menuju perpustakaan untuk mengembalikan buku yang selesai kubaca,
dan memunjam lagi buku yang akan kubaca.
Setelah selesai melakukan aktifitas rutinku barusan, aku pergi menuju bangku
yang ada di depan kelas.
Terkadang, salah
satu sahabatku bernama Sekar Sisi Purnama yang sering dipanggil dengan nama Sisi,
terkadang datang menghampiriku.(eh... relat bukan kadang tapi SERING.# Hehe...).
Ia adalah gadis yang ramah, hangat, ceria,
cerewet, dan juga ceroboh. Ia juga mahir dalam ekstrakulikuler TIK dan
sekarang ia sedang mencoba menggali bakatnya dalam tarik suara. Saat ini kami menduduki kelas 7 SMP. Ia selalu datang menemuiku untuk
curhat mengenai kekagumannya kepada anggota OSIS kelas 8 yang merupakan Ketua Osis yang bernama
Firman Nur Rahman. Orang ini merupakan Osis terpopuler.
Sahabatku ini, selalu menceritakan kehebatan
dan juga prilaku pria itu yang cukup menggemaskan yang mungkin akan membuat
fans girlnya teriak-teriak. Saat ia mulai bercerita, aku hanya berusaha untuk
menjadi pendengar yang baik, untuk mendengarkan semua hal yang ia rasakan.
Yah... memangsih kalau di lihat-lihat, anggota Osis yang selalu jadi topik
pembicaraannya memiliki paras ketampanan di atas rata-rata. Sikap dan
kepribadiannya yang hangatpun menjadikan siswi-siswi sekolah ini banyak yang
mengaguminya. Seperti saat ini. Ketika aku sedang asik membaca buku yang aku
pinjam dari perpustakaan, ia datang menghampiriku. Ia melangkah dengan
pelan-pelan supaya aku tidak menyadari kehadirannya. ‘hei kau ketahuan! Aku
melihatmu...! ’ rutukku dalam hati ketika aku sadari orang ini datang dengan
ekspresi yang mencurigakan.
Ia semakin dekat melangkah ke arahku yang sedang
duduk di kursi depan kelas. Ia sudah siap untuk mengejutkanku Satu ...
Dua...Tiga... dan...
“Udah...
ngomong aja gak usah ngendap-ngendap kayak gitu” ucapku sambil menengok
kepadanya disaat ia sudah siap untuk mengagetkanku. Dan hasilnya, dialah yang
keget sendiri karena aku tiba-tiba menengok kearahnya. ‘ Yey berhasil ’ batinku
sambil bersorak soray di dalam hati.
“Huh... gak
seru ah. Darimana kamu tahu aku ada disini? Padahal akukan sudah berusaha untuk
tidak bersuara.” serunya dengan wajah cemberutnya.
“Sisi, gini
ya... aku tahulah kamu ada di sini. Kenapa? karena Pertama, aku tahu bau parfummu
itu yang sudah sangat aku kenali karena baunya sangat menyengat menurut
hidungku. Kedua, lihat tuh! Ada kaca jendela di depan tempat aku duduk! (sambil
nunjuk ke arah kaca) Jadi, gak heran kalau aku bisa melihatmu.” Jawabku dengan
panjang lebar.
“huh
menyebalkan.” Sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.
“Eh
ngomong-ngomong, sendirian ajanih. Boleh gabung gak?” sambungnya
“Hn” jawabku
singkat sambil tetap membaca buku.
“Baca buku
apaansih Nay? serius amat” tanyanya sambil duduk disampingku.
“Fisika”
jawabku singkat tanpa menoleh sedikitpun kepadanya.
“Oooh”
begitulah tanggapannya dengan ber Ooh ria mendengar jawabanku.
Masih tetap
membaca buku, ia mulai berusaha mendapatkan perhatianku dengan cara menyenggok
pundakku pelan lengkap dengan wajahnya yang menurutku mencurigakan itu. “APA?”
ucapku sambil menutup bukuku, setelah itu aku menengok kepadanya. Akhirya aku
mendapatkan ekspresi orang yang sedang cengengesan menatapku. ‘ Huh ... nih
anak, pasti ada maunya.’ rutukku dalam hati.
“Hehehe...
boleh curhat nggak ?” ucapnya dengan wajah penuh harap supaya aku mau
mendengarkannya. ‘ tuh kan bener’ ucapku dalam hati.
“Hn” jawabku
singkat.
“Apaan “Hn”
boleh nggak?” tanyanya lagi kali ini dengan ekspresi cemberutnya.
Sambil
menghela nafas “Hn. Iya, boleh Sisi ... “ jawabku lagi dengan senyumku yang
kupaksakan, yang sebenernya aku lagi bete karena aku tahu apa yang akan ia
bicarakan.
“ Nay tahu gak
sih, tadi...” belum selesai dia bicara, aku sudah memotongnya “Gak tahu !”. “Ih... akukan belum selesai ngomong. Udah
main potong aja” gerutunya. “Iya iya ... maaf” ucapku sambil memasang ekspresi
watados. “Jadi tadi kamu mau ngomomg apa? Lanjuttin!”
“Huh
menyebalkan. Oke giniyaa, menurut yang aku denger, nanti setiap anggota Osis akan
masuk ke tiap kelas untuk mengumumkan bahwa sebentar lagi akan diadakan Olimpiade
OSIS. Dan memberitahukan apa aja sysrat-syartnya. Eh semoga aja yang masuk nanti
ke kelas kita Osis kece itu ya ^.^ duh
kenapa aku jadi dag dig dug jayak ginisih...” cerocos Sisi
“Tunggu dulu
deh Si, tadi kamu bilang “menurut yang aku denger” jangan-jangan kamu ...”
belum selesai aku mengatakan kalimatku.
“Hehehe... tadi waktu abis jajan dari kopsis,
aku kan berjalan melewati ruang OSIS. Eh gak sengaja aku denger percakapan
mereka. Yaudah sayangkan kalau hanya lewat. Jadi aku lanjutun aja nedengerin
mereka yang lagi diskusi. Tapi aku gak nguping kok, Cuma denger doang.”
begitulah sangkalan Sisi supaya nggak dikatain tukang nguping.
Bel masukpun
berbunyi. Pukul 10:00 . Semua siswa/siswi sekolah ini buru-buru masuk ke kelas,
karena pelajaran berikutnya akan segera dimulai.
Dikarenakan
teralu buru-buru, alhasil...
GBRUK
“Aww...”
alhasil pantat Sisi dengan mulusnya terjatuh lebih dulu mengenai tanah.
“Ups! Srry gak
sengaja. Aku lagi buru-buru” ucap seseorang yang nabrak nggak tau siapa. Begitu
aku tengok (Nayla tengok), orang itu udah jauh berlari.
“Woy... !!!
Lihat-lihat dong kalo jalan” Omel Sisi pada orang yang menabraknya (yah...
muncu lagi deh kata kata kasarnya) Begitu dia tengok, orang yang tadi nabrak
udah gak ada.
“Nay. Siapasih
yang tadi nabrak gue ? sakit banget nih...” gerutunya sambil ngerapihin bajunya
akibat tadi jatuh. “Aku juga nggak tahu. Yang jelas dia cewek. Tinggi, kulitnya
putih, bawa tas dan... ” aku ingat-ingat lagi. “kalo gak salah...
ditasnya ada bross dengan angka 4. Tapi kayaknya aku nggak pernah lihat dia di
sekolah ini.”Jawabku sambil bantuin Sisi ngerapihin bajunya.
“Huh...sudahlah
gak penting. Yang lebih penting sekarang, gimana caranya aku ngerjain ulangan
entar pas pelajaran si killer itu.” Begitulah Sisi kalo ngomongin soal guru Fisika.
“what ??? ulangan ?” tanyaku bingung.
“Hehehe... iya
aku lupa nggak ngasih tau. Tadi, sebelum melewati Ruang Osis, aku ketemu sama
guru killer itu. Eh taunya dia bilang gini “Nanti, akan ada ulangan. Sekitar
bab 2. Kasih tau yang lainnya.” Gitu Nay...!” ucapnya dengan nada agak
menyesel. Saya tegaskan AGAK MENYESAL.
“Apa? Kenapa nggak ngasih au dari tadi?”
tanyakun dengan nada kesal.
“Ih~... kan
udah aku bilang aku lupa. Sorry ya Nay.” Ucapnya sambil mengacungkan 2 jarinya.
“Kalo akusih
gak masalah Si. Karena tadikan aku udah baca buku Fisika. Tapi gimana sama
murid yang lain ? mereka pasti kaget!” cercaku sambil menyeretnya cepat-cepat
masuk kelas.
Sesampainya di
kelas, kulihat si Andra (ketua kelas) lagi nyampein pengumuman pada
teman-teman. “Permisi” ucapku sambil melangkah memanggil Andra. “Dra, kata guru
fisika, nanti akan ada ulangan sekitar tentang bab 2. Sekalian umumin ya...
tadi si Sisi lupa nggak ngasih tahu. Makannya, tolong sekalian umumin ya...”
bisikku. Dia mengangguk sambil ngelirik tajam ke arah si Sisi. Eh orang yang
dilirik malah memalingkan wajahnya ke arah lain, seolah ia tahu apa yang akan
terjadi. Segera aku menarik Sisi menuju
tempat duduk, diikuti Sisi yang duduk tepat dibelakangku bersama dengan Tanny
yang sudah ada disana.
Andra : “Teman-teman
semuanya, jam pelajaran ke 5, Bu guru Bahasa Indonesia nanti gak bakalan masuk
karena nanti jam pelajarannya mau dipakai oleh wali kelas kita Ibu Santi.
Katanya bakalan ada murid baru yang masuk ke kelas kita.”
Teman-teman: “wah... murid baru?”
“Laki-laki
atau perempuan?”
“
Cakep gak yah ?”
Yah...
kira-kira seperti itu suasana di dalam kel;as setelah di umumkannya akan ada
murid baru yang akan masuk ke kelas kami.
Andri : “Oh iya, PERHATIAN !!! ada satu informasi lagi.”
Hening.....
“nanti, jam pelajaran ke 6
akan ada ulangan Fisika sekitar bab 2”
Teman-teman : “APA !!!”teriak teman-teman semuanya kaget.
Sisi POV
‘Huh...
sudah kuduga’ ucapku dalam hati. “Si, tuhkan bener apa aku bilang. Mereka kaget
semua.” Ucap Nayla berbisik sambil melirik ke arahku. Hhh aku menghela nafas
panjang “Maaf ya teman-teman tadi aku benar-benar lupa” ucapku lirih.
Normal POV
(Tok tok tok...) Terdengar suara
ketukan pintu yang menyebabkan kelas menjadi hening.
Ceklek.. pintu terbuka. Dan Wali
Kelas pun masuk.
Bu Santi : ”Assalamu’alaikum....”
Murid : “Wa’alaikum salam....”
Bu Santi : “ Selamat
pagi anak-anak”
Murid : “Selamat pagi Bu...”
Bu Santi : “Nah, hari ini kelas kita kedatangan murid
baru. Jangan ada yang usil ya.... Ibu harap kalian semua dapat berteman baik
dengannya. “
Murid : “
Pasti Bu...”
Bu Santi : “
Silahkan masuk nak. Jangan malu-malu ya...”
Seorang
siswi pun masuk ke dalam kelas.
“Hah ??? dia itukan...” ucap
Nayla
Bersambung........
Sekali lagi mohon maaf kalau FF ini jelek. karena ini baru pertama kali aku menulisnya. Mohon kritik dan komentarnnya, supaya saya dapat memperbaiki kesalahan saya.
sepi.............. (~.~)
BalasHapusapa gakada yang baca ?
huhuhu...(T.T)