Senin, 27 Juli 2015

Best Friend 4ever chapter 1



Keterangan:
“ bicara langsung ”, ‘ bicara dalam hati ’

Best Friend 4ever

Namaku Jesica Nayla Anggraeni, atau biasa disebut dengan nama Nayla.Pagi ini ku mulai hari dengan senyuman. Senyuman yang ku tunjukkan khusus untuk orang orang yang ku sayangi. Mulai dari Ibu, Ayah, Kakak, dan juga Adikku. Pertama-tama, aku  berniat untuk mengerjakan tugas harianku yaitu, membereskan kamarku, yang terlihat bagaikan gudang atau lebih tapatnya kapal pecah (hehe... # ya ampun) . Saat kupandagi kamarku ini, tiba-tiba ibuku datang yang secara refleks langsung membuatku kaget akan kemunculannya. Ibuku memandangi sejenak apa yang tadi sedang ku pandangi.  “Nayla... apa yang terjadi dengan kamarmu ini ? “ begitulah yang dikatakannya setelah melihat keadaan kamarku yang amat sangat menyeramkan.  ‘Huh sudah kuduga ibu akan mengatakan itu’ gumamku kesal akan komentarnya. “Hehehe... ini juga mau ku bereskan bu” jawabku dengan cengiran. “Cepat selesaikan setelah itu pergi mandi, dan kerjakan tugas harianmu beres-beres di halaman!” kata ibuku dengan suara khasnya. Aku hanya mangut-mangut sebagai jawabannya.
Dengan malas, aku mulai membereskannya. Mulai dari kasur, lantai dan meja belajar yang terlihat sangat berantakkan. Ketika aku membereskan meja belajar, tidak sengaja aku menjatuhkan sebuah foto. Ku ambil foto itu, dan ku pandangi gambar yang ada di foto itu. Disana terdapat fotoku, dan juga kedua sahabatku, yang bernama Tanny Putriana Dewi, dan Sekar Sisi Purnama. Mereka berdua adalah sahabatku sejak kelas 1 SMP. Aku juga punya 1 sahabat lagi. namanya, Putri Fanny Cahyani. Kami berdua bersahabat sejak SD. Tapi sayang sekali, Putri Fanny Cahyani harus pindah sekolah pada kelas 3 SD. Dia adalah teman sekaligus sahabat masa kecilku. Fany harus pindah ke Amerika/USA ikut bersama orangtuanya. Karena masalah bisnis kedua orangtuanya.  Sekarang Aku melanjutkan sekolah ke SMAN 3 Bandung bersama Tanny Putriana Dewi, dan Sekar Sisi Purnama. Kami memilih sekolah disana karena sekolah itu merupakan seklah faforit di kota Bandung. Dikarenakan itulah untuk masuk ke sekolah ini kami harus belajar lebih giat supaya nilai pelajaran kami mampu mencapai kriteria disini.  Sejenak kenangan-kenangan bersama mereka terlintas di benakku. Kenangan indah yang kami lewati bersama-sama. Secara tak sadar,mengingat semua itu, senyum tipispun terukir di bibirku. “Nay... ngapain senyum-senyum gitu? Cepet beresin kamarnya!” dan akhirnya suara ibuku menyadarkanku dari lamunanku barusan. “ Iya iya, ini juga kamarnya lagi diberesin” jawabku sambil melanjutkan membereskan kamar.
Setelah selesai membereskan kamar, aku langsung mengambil handukku dan pergi mandi. Setelah selesai, baru aku membereskan halaman. Mulai dari menyapu lantai + menyapu dedaunan, dan dilanjutkan dengan mengepel lantai. Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 05:50 aku langsung pergi ke dapur untuk mengambil menu sarapan pagi ini yang sudah disiapkan oleh ibuku tersayang setelah itu, kami sarapan bersama (Ayah, Ibu, Adik, Aku, dan kakak). Setelah selesai sarapan, kulihat lagi jam yang sudah menunjukkan pukul 06:05 . Ku pasang dasi dan sabukku, lalu ku ambil tasku. Aku bersiap untuk pergi ke sekolah. “Ayah, Ibu, Aku berangkat sekolah. Assalamu’alaikum” aku berpamitan. Setelah itu, aku berangkat ke sekolah.
Singkat cerita, aku sudah sampai ke sekolah pada pukul 06:25. (±13menit perjalanan. Sisanya, dipakai menunggu angkutan umum) . “Assalamu’alaikum...”Saat masuk kekelas, kudapati  sebagian teman-temanku sedang sibuk mengerjakan PR Matematika yang diberikan pada pertemuan kemarin. Setelah itu aku duduk di tempatku yang terletak paling kanan ke dua dari depan. Tanpa kusadari, salah satu temanku yang bernama Ari sudah ada di depan mejaku, sambil menyapaku. “Pagi...”sapanya. “Pagi juga...”jawabku
“ Hei Nay, udah selesai ngerjain PR Matematika belom?” begitulah kalimat pertama yang ia ucapkan. “Hn. Sudah” jawabku singkat, padat, dan jelas. Setelah mendengar jawabanku, ia tersenyum. Aku mendapatkan aura mencurigakan dibalik senyumannya itu ‘ duh ... sepertinya berbahaya ’batinku.
 “ Hehehe... boleh liat bukunya nggak...? ” begitulah kata yang ia ucapkan. Dan... ‘ BINGO bener saja dia senyum-senyum ada maunya’ batinku. “Hn” jawabku membolehkan setelah mengeluarkan bukuku. Dia langsung mengambilnya dari tanganku “Makasih” jawabnya dengan senyum yang mengembang. ‘Huh menyebalkan’ gerutuku didalam hati.  Dengan berat hati, jujur aku gak ikhlas ngasihnya. Padahal semaleman aku mengerjakan PR itu sampai tengah malam. Dan sekarang, dengan seenak jidatnya ia menyontek jawabanku. Kalau saja aku gak inget sama suara tinggi cemprengnya dan cerewetnya dia yang bisa membuatku strees, mungkin aku sudah menolak permintaannya, dan ku bentak dia karena berani mencontek hasil kerja kerasku semalaman.
Bel pun berbunyi pada pukul 06:40 pertanda bahwa bel masuk akan berbunyi 5 menit lagi. Aku segera mengambil kembali bukuku, dan kutendang dia yang mencontek jawabanku, walaupun belum selesai semuanya. (ralat: nggak sampe ditendang. Cuma di usir, plus dibentak).  Tak lama, sahabatku datang dengan wajah yang kelelahan dan nafas yang ngos-ngossan. Ia duduk  di bangku belakangku di samping Sisi yang merupakan teman sebangkunya sambil merebahkan kepalanya di atas meja, untuk menghilangkan rasa lelahnya. Yap mereka berdua adalah sahabatku sejak SMP.
Setelah nafasnya normal, aku bertanya kepadanya “Hei Tanny, kenapa kamu ngos ngosan kayak gitu? Lagian, tumben kamu datang ke sekolah hampir telat kayak gini ?”.
 “Tadi aku bangunnya kesiangan. Aku langsung buru-buru untuk siap-siap berangkat ke sekolah. Begitu sampai di sekolah, eh tau-taunya udah ada bel pertanda 5 menit lagi bel masuk akan bunyi. Ya aku langsung buru-buru lari biar cepet nyampe ke kelas.” Jawabnya panjang lebar  sisi Cuma mangut-mangut mendengarnya. “Ooh... gitu...” ucapku yang hanya ber Ooh ria
“ Huh... capek banget.” Sambungnya dengan suara yang lirih.
Sekilas info:
Tanny Putriana Dewi. Biasa di panggil dengan nama Tanny. Ia adalah gadis yang ramah, hangat, ceria, dan disiplin. Ia juga memiliki suara yang indah. Oleh karena itu, untuk mengembangkan bekatnya di bidang tarik suara, ia mengikuti ekskul vokal, dan paduan suara. Tapi entahlah, kenapa kali ini dia datangnya hampir terlambat.
Bel masukpun berbunyi pada pukul 06:45. Kami yang beragama islam(Muslim) mulai tadarus. Sedangkan yang ber agama Non-Muslim, mulai membaca kitab mereka di ruangan khusus yang sudah disediakan oleh sekolah. Setelah 15 menit berlalu, bel pun berbunyi lagi pada pukul 07:00 pertanda bahwa waktu untuk kegiatan belajar dimulai.
Pintupun terbuka dan muncullah seorang guru yang akan mengajar pelajaran Matematika
Ketua kelas         : “Attention please...”
All student          : ”Good morning Ma’am”
Guru                       : “Morning...”
Setelah itu, kegiatan belajarpun dimulai seperti biasanya. Jam  pelajaran Matematika hari ini selama 3 jam. Yaitu jam ke 1, 2dan 3, dan ke 4 digunakan untuk pelajaran Bahasa Indonesia. Jam pelajaranpun selesai. Dilanjutkan nanti seusai istirahat.
Ketua kelas         : “Attention please ...”
All student          : “See you Ma’am”
Guru                      : “ See you...”
 Sekarang bel jam istirahat jam pertamapun berbunyi. Siswa-siswi berhamburan keluar kelas, dikarenakan pada jam istirahat, tidak boleh ada siswa/siswi yang masih ada di dalam kelas. Aku keluar kelas, dan pergi menuju perpustakaan untuk mengembalikan buku yang selesai kubaca, dan  memunjam lagi buku yang akan kubaca. Setelah selesai melakukan aktifitas rutinku barusan, aku pergi menuju bangku yang ada di depan kelas.
Terkadang, salah satu sahabatku bernama Sekar Sisi Purnama yang sering dipanggil dengan nama Sisi, terkadang datang menghampiriku.(eh... relat bukan kadang tapi SERING.# Hehe...). Ia adalah gadis yang ramah, hangat, ceria,  cerewet, dan juga ceroboh. Ia juga mahir dalam ekstrakulikuler TIK dan sekarang ia sedang mencoba menggali bakatnya dalam tarik suara. Saat ini  kami menduduki kelas  7 SMP. Ia selalu datang menemuiku untuk curhat mengenai kekagumannya kepada  anggota OSIS kelas  8 yang merupakan Ketua Osis yang bernama Firman Nur Rahman. Orang ini merupakan Osis terpopuler.
 Sahabatku ini, selalu menceritakan kehebatan dan juga prilaku pria itu yang cukup menggemaskan yang mungkin akan membuat fans girlnya teriak-teriak. Saat ia mulai bercerita, aku hanya berusaha untuk menjadi pendengar yang baik, untuk mendengarkan semua hal yang ia rasakan. Yah... memangsih kalau di lihat-lihat, anggota Osis yang selalu jadi topik pembicaraannya memiliki paras ketampanan di atas rata-rata. Sikap dan kepribadiannya yang hangatpun menjadikan siswi-siswi sekolah ini banyak yang mengaguminya. Seperti saat ini. Ketika aku sedang asik membaca buku yang aku pinjam dari perpustakaan, ia datang menghampiriku. Ia melangkah dengan pelan-pelan supaya aku tidak menyadari kehadirannya. ‘hei kau ketahuan! Aku melihatmu...! ’ rutukku dalam hati ketika aku sadari orang ini datang dengan ekspresi yang mencurigakan.
 Ia semakin dekat melangkah ke arahku yang sedang duduk di kursi depan kelas. Ia sudah siap untuk mengejutkanku Satu ... Dua...Tiga... dan...
“Udah... ngomong aja gak usah ngendap-ngendap kayak gitu” ucapku sambil menengok kepadanya disaat ia sudah siap untuk mengagetkanku. Dan hasilnya, dialah yang keget sendiri karena aku tiba-tiba menengok kearahnya. ‘ Yey berhasil ’ batinku sambil bersorak soray di dalam hati.
“Huh... gak seru ah. Darimana kamu tahu aku ada disini? Padahal akukan sudah berusaha untuk tidak bersuara.” serunya dengan wajah cemberutnya.
“Sisi, gini ya... aku tahulah kamu ada di sini. Kenapa? karena Pertama, aku tahu bau parfummu itu yang sudah sangat aku kenali karena baunya sangat menyengat menurut hidungku. Kedua, lihat tuh! Ada kaca jendela di depan tempat aku duduk! (sambil nunjuk ke arah kaca) Jadi, gak heran kalau aku bisa melihatmu.” Jawabku dengan panjang lebar.
“huh menyebalkan.” Sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.
“Eh ngomong-ngomong, sendirian ajanih. Boleh gabung gak?” sambungnya
“Hn” jawabku singkat sambil tetap membaca buku.
“Baca buku apaansih Nay? serius amat” tanyanya sambil duduk disampingku.
“Fisika” jawabku singkat tanpa menoleh sedikitpun kepadanya.
“Oooh” begitulah tanggapannya dengan ber Ooh ria mendengar jawabanku.
Masih tetap membaca buku, ia mulai berusaha mendapatkan perhatianku dengan cara menyenggok pundakku pelan lengkap dengan wajahnya yang menurutku mencurigakan itu. “APA?” ucapku sambil menutup bukuku, setelah itu aku menengok kepadanya. Akhirya aku mendapatkan ekspresi orang yang sedang cengengesan menatapku. ‘ Huh ... nih anak, pasti ada maunya.’ rutukku dalam hati.
“Hehehe... boleh curhat nggak ?” ucapnya dengan wajah penuh harap supaya aku mau mendengarkannya. ‘ tuh kan bener’ ucapku dalam hati.
“Hn” jawabku singkat.
“Apaan “Hn” boleh nggak?” tanyanya lagi kali ini dengan ekspresi cemberutnya.
Sambil menghela nafas “Hn. Iya, boleh Sisi ... “ jawabku lagi dengan senyumku yang kupaksakan, yang sebenernya aku lagi bete karena aku tahu apa yang akan ia bicarakan.
“ Nay tahu gak sih, tadi...” belum selesai dia bicara, aku sudah memotongnya “Gak tahu !”.  “Ih... akukan belum selesai ngomong. Udah main potong aja” gerutunya. “Iya iya ... maaf” ucapku sambil memasang ekspresi watados. “Jadi tadi kamu mau ngomomg apa? Lanjuttin!”
“Huh menyebalkan. Oke giniyaa, menurut yang aku denger, nanti setiap anggota Osis akan masuk ke tiap kelas untuk mengumumkan bahwa sebentar lagi akan diadakan Olimpiade OSIS. Dan memberitahukan apa aja sysrat-syartnya. Eh semoga aja yang masuk nanti ke kelas kita Osis kece itu ya ^.^  duh kenapa aku jadi dag dig dug jayak ginisih...” cerocos Sisi 
“Tunggu dulu deh Si, tadi kamu bilang “menurut yang aku denger” jangan-jangan kamu ...” belum selesai aku mengatakan kalimatku.
 “Hehehe... tadi waktu abis jajan dari kopsis, aku kan berjalan melewati ruang OSIS. Eh gak sengaja aku denger percakapan mereka. Yaudah sayangkan kalau hanya lewat. Jadi aku lanjutun aja nedengerin mereka yang lagi diskusi. Tapi aku gak nguping kok, Cuma denger doang.” begitulah sangkalan Sisi supaya nggak dikatain tukang nguping.
Bel masukpun berbunyi. Pukul 10:00 . Semua siswa/siswi sekolah ini buru-buru masuk ke kelas, karena pelajaran berikutnya akan segera dimulai.
Dikarenakan teralu buru-buru, alhasil...
GBRUK
“Aww...” alhasil pantat Sisi dengan mulusnya terjatuh lebih dulu mengenai tanah.
“Ups! Srry gak sengaja. Aku lagi buru-buru” ucap seseorang yang nabrak nggak tau siapa. Begitu aku tengok (Nayla tengok), orang itu udah jauh berlari.
“Woy... !!! Lihat-lihat dong kalo jalan” Omel Sisi pada orang yang menabraknya (yah... muncu lagi deh kata kata kasarnya) Begitu dia tengok, orang yang tadi nabrak udah gak ada.
“Nay. Siapasih yang tadi nabrak gue ? sakit banget nih...” gerutunya sambil ngerapihin bajunya akibat tadi jatuh. “Aku juga nggak tahu. Yang jelas dia cewek. Tinggi, kulitnya putih, bawa tas dan...    ” aku ingat-ingat lagi. “kalo gak salah... ditasnya ada bross dengan angka 4. Tapi kayaknya aku nggak pernah lihat dia di sekolah ini.”Jawabku sambil bantuin Sisi ngerapihin bajunya.
“Huh...sudahlah gak penting. Yang lebih penting sekarang, gimana caranya aku ngerjain ulangan entar pas pelajaran si killer itu.” Begitulah Sisi kalo ngomongin soal guru Fisika.
“what ???  ulangan ?” tanyaku bingung.
“Hehehe... iya aku lupa nggak ngasih tau. Tadi, sebelum melewati Ruang Osis, aku ketemu sama guru killer itu. Eh taunya dia bilang gini “Nanti, akan ada ulangan. Sekitar bab 2. Kasih tau yang lainnya.” Gitu Nay...!” ucapnya dengan nada agak menyesel. Saya tegaskan AGAK MENYESAL.
 “Apa? Kenapa nggak ngasih au dari tadi?” tanyakun dengan nada kesal.
“Ih~... kan udah aku bilang aku lupa. Sorry ya Nay.” Ucapnya sambil mengacungkan 2 jarinya.
“Kalo akusih gak masalah Si. Karena tadikan aku udah baca buku Fisika. Tapi gimana sama murid yang lain ? mereka pasti kaget!” cercaku sambil menyeretnya cepat-cepat masuk kelas.
Sesampainya di kelas, kulihat si Andra (ketua kelas) lagi nyampein pengumuman pada teman-teman. “Permisi” ucapku sambil melangkah memanggil Andra. “Dra, kata guru fisika, nanti akan ada ulangan sekitar tentang bab 2. Sekalian umumin ya... tadi si Sisi lupa nggak ngasih tahu. Makannya, tolong sekalian umumin ya...” bisikku. Dia mengangguk sambil ngelirik tajam ke arah si Sisi. Eh orang yang dilirik malah memalingkan wajahnya ke arah lain, seolah ia tahu apa yang akan terjadi. Segera aku menarik Sisi  menuju tempat duduk, diikuti Sisi yang duduk tepat dibelakangku bersama dengan Tanny yang sudah ada disana.
Andra                    : “Teman-teman semuanya, jam pelajaran ke 5, Bu guru Bahasa Indonesia nanti gak bakalan masuk karena nanti jam pelajarannya mau dipakai oleh wali kelas kita Ibu Santi. Katanya bakalan ada murid baru yang masuk ke kelas kita.”
Teman-teman:  “wah... murid baru?”
                                “Laki-laki atau perempuan?”
                                “ Cakep gak yah ?”
                Yah... kira-kira seperti itu suasana di dalam kel;as setelah di umumkannya akan ada murid baru yang akan masuk ke kelas kami.
Andri                     : “Oh iya, PERHATIAN !!! ada satu informasi lagi.” Hening.....
   “nanti, jam pelajaran ke 6 akan ada ulangan Fisika sekitar bab 2”
Teman-teman   : “APA !!!”teriak teman-teman semuanya kaget.
Sisi POV
                ‘Huh... sudah kuduga’ ucapku dalam hati. “Si, tuhkan bener apa aku bilang. Mereka kaget semua.” Ucap Nayla berbisik sambil melirik ke arahku. Hhh aku menghela nafas panjang “Maaf ya teman-teman tadi aku benar-benar lupa” ucapku lirih.
Normal POV
(Tok tok tok...) Terdengar suara ketukan pintu yang menyebabkan kelas menjadi hening.
Ceklek.. pintu terbuka. Dan Wali Kelas pun masuk.
Bu Santi                : ”Assalamu’alaikum....”
Murid                    : “Wa’alaikum salam....”
Bu Santi                 : “ Selamat pagi anak-anak”
Murid                    : “Selamat pagi Bu...”
Bu Santi                 : “Nah, hari ini kelas kita kedatangan murid baru. Jangan ada yang usil ya.... Ibu harap kalian semua dapat berteman baik dengannya. “
Murid                    : “ Pasti Bu...”
Bu Santi                : “ Silahkan masuk nak. Jangan malu-malu ya...”
                Seorang siswi pun masuk ke dalam kelas.
“Hah ??? dia itukan...” ucap Nayla


Bersambung........

Sekali lagi mohon maaf kalau FF ini jelek. karena ini baru pertama kali aku menulisnya. Mohon kritik dan komentarnnya, supaya saya dapat memperbaiki kesalahan saya.

1 komentar: